"Mereka yang melakukan teror itu kan saudara-saudara kita juga, WNI yang barangkali sedang khilaf, dicekoki ideologi lain, kemudian mereka merasa ada ketidakadilan," katanya di Jakarta, Senin (14/11).
Menurutnya, keadilan itu tidak begitu saja terwujud. Masyarakat perlu bersabar memperolehnya. Pemerintah juga membicarakan perkara keadilan dalam proses penyadaran kepada kelompok yang teridentifikasi radikal.
Lihat juga:Vihara di Singkawang Dilempar Molotov |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan dirusak dengan aksi-aksi yang negatif. Bunuh teman, bunuh saudara, merusak sesuatu yang sedang dibangun, membuat masyarakat jadi kacau, resah. Investor jadi takut masuk ke Indonesia, wisatawan juga takut," katanya.
Wiranto menyebut rapat membahas perkembangan situasi keamanan terkini. Namun dia membantah ada hal spesifik yang perlu dibicarakan secara mendadak.
Ia tak mau membahas secara detail hasil pertemuan tersebut. Wiranto hanya mengatakan semua hal terkait keamanan nasional telah dibahas, termasuk soal kejadian ledakan molotov di Samarinda, Kalimantan Timur. (sur/wis)