Rapat yang berlangsung selama satu jam ini dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Suhardi Alius.
Suhardi keluar lebih awal melalui pintu depan. Dia langsung menuju masjid yang berada di kompleks Kemko Polhukam untuk salat magrib. Tjahjo menyusul diikuti Gatot yang keluar ruangan secara bersamaan. Namun mereka menolak berkomentar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi hanya tersenyum tanpa terlontar sepatah kata pun ketika pertanyaan ditujukan kepadanya.
Begitu selesai salat, Suhardi langsung masuk ke mobil yang menunggu di depan masjid. Bahkan dia tak sempat mengenakan alas kaki. Sepatunya hanya ditenteng. Jenderal bintang tiga itu menolak menjawab pertanyaan wartawan yang menunggunya di depan masjid.
Pertemuan sore ini terbilang mendadak.
Wiranto bahkan baru tiba dari luar kota usai mendampingi Presiden Joko Widodo. Dia pamit untuk segera mengadakan rapat koordinasi.
"Saya habis dari Semarang mendampingi Presiden untuk bertemu perdana menteri Singapura. Saya minta izin karena memang Senin begini saya mesti rapat koordinasi," kata Wiranto usai rapat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (14/11).
Wiranto menyebut rapat membahas perkembangan situasi keamanan terkini. Namun dia membantah ada hal spesifik yang perlu dibicarakan secara mendadak.
Tanpa ditanya mengenai perkembangan kasus yang dialami Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Wiranto langsung menyinggungnya.
"Ini rapat mingguan untuk melihat perkembangan situasi. Ada atau enggak ada masalah kasusnya Ahok kami pasti kumpul," kata Wiranto.
Namun dia tak mau membahas secara detail hasil pertemuan tersebut. Wiranto hanya mengatakan, semua hal terkait keamanan nasional telah dibahas pada sore ini, termasuk soal kejadian ledakan bom molotov di Samarinda.
"Kami bahas intinya untuk menentukan langkah antisipasi agar tidak terulang lagi, menetralisir sumber-sumber ancaman," ujar Wiranto.
Mantan Panglima ABRI ini menyebut rapat koordinasi juga membahas pengamanan rencana demonstrasi pada 25 November mendatang. (rdk)