Wiranto menilai pertemuan antara dua tokoh nasional itu tak perlu menunggu situasi nasional memanas. Menurut dia, pertemuan bisa dilakukan kapan saja, bahkan di saat situasi tanpa ketegangan politik sekalipun.
"Kalau itu saya tidak bisa jawab. Kalau politik kan tidak perlu panas baru ketemuan. Dingin ketemu juga enggak apa-apa," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan di antara tokoh, menurut Wiranto, seharusnya dilakukan kapan pun. "Tidak kemudian panas baru bertemu. Nanti seakan-akan kita tidak ada komunikasi," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin berharap Jokowi dan SBY saling bertemu untuk merespons situasi saat ini. Dia menilai pertemuan keduanya dapat menurunkan eskalasi politik belakangan ini.
Amir menyampaikan, SBY membuka peluang untuk bertemu dengan siapa pun, termasuk Jokowi. Pertemuan antara Jokowi dan SBY sebagai ruang bertukar informasi dan menghilangkan prasangka yang berkembang selama ini.
Hubungan kedua tokoh bangsa ini sempat memanas. SBY pernah mengkritik kinerja dan analisis intelijen Presiden Jokowi terkait keterlibatan partai politik di balik demo anti-Ahok.
Usai demonstrasi 4 November, Jokowi menggiatkan safari ke sejumlah institusi pertahanan dan keamanan. Dia juga menyambangi organisasi keagamaan dan menggelar silaturahmi dengan para tokoh agama.
Foto: CNN Indonesia/Christie StefaniePresiden Jokowi bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. |
Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie