Menurut Tito, aksi yang dimotori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) itu sebaiknya digelar di kawasan lain. Sebabnya, ada banyak gangguan yang diprediksi muncul jika aksi tetap dilakukan di Jalan Sudirman hingga Thamrin.
"Peraturan, undang-undang, sudah jelas menyatakan tidak boleh karena menganggu ketentraman masyarakat. Banyak masyarakat berkepentingan nanti kena macet. Lakukan saja di tempat yang lebih layak, di Masjid Istiqlal ada, di lapangan Monas ada, banyak tempat yang tidak mengganggu," kata Tito di Masjid Jami Al Riyadh, Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (20/11).
Lihat juga:Kapolri Larang Demo Jilid III |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imbauan serupa juga sempat disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono. Menurut Awi, demonstrasi Bela Islam III sebaiknya tidak dilakukan di kawasan protokol yang menyebabkan gangguan terhadap warga ibu kota.
Aksi Bela Islam III akan dilakukan karena kepolisian tidak menahan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.
Menurut juru bicara Front Pembela Islam Munarman, aksi itu akan diawali dengan kegiatan salat Jumat bersama yang posisi imamnya berada di Bundaran HI. Lanjutnya, seluruh peserta aksi akan berkumpul di jalan Sudirman hingga Thamrin.
Lihat juga:Empat Alasan Ahok Tak Ditahan |
Munarman pun berharap, aksi ketiga ini tidak dihubung-hubungkan dengan kepentingan politik, apalagi dikaitkan dengan Pilkada DKI Jakarta 2017. (yul)