"Banyak sekali (aset yang diinventarisasi). Luas lahannya saja ada dua miliar meter persegi. Nilai asetnya, dari Kemhan ada Rp460 triliun," ujarnya.
Ryamizard menuturkan, jajarannya bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mulai membereskan permasalahan, seperti lahan tak bersertifikat hingga lahan aset TNI yang di atasnya didirikan bangunan pihak lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNI mau sertifikat bagaimana? Mahal. Jadi ditunda-tunda terus. Jadi dengan rapat ini, bapak Presiden memerintahkan untuk ya dibayarkan lah berapa," tuturnya.
Ryamizard menyatakan siap menjalankan instruksi itu. Selain mengutamakan asas kemanusiaan, ia juga akan memperhatikan surat-surat lahan.
"Kalau punya penduduk, kami bayar. Kalau punya kami, kami ambil. Tapi kami pindahkan (penduduk). Ada uang pindahlah. Itu manusiawi. Jangan main serobot-serobot saja, enggak bagus," katanya.
Proses inventarisasi ini direncanakan dilakukan besar-besaran dan merata di seluruh Indonesia. Kemhan akan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang menginventarisasi aset TNI.