Gus Mus, sapaan Mustofa, menyampaikan hal tersebut dalam kicauannya di akun Twitter pribadinya, @gusmusgusmu, kemarin.
"Aku dengar kabar di ibu kota akan ada Jum'atan di jalan raya. Mudah-mudahan tidak benar," kata Gus Mus mengawali kicauan berserinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Mus mengimbau jika memang rencana itu benar maka ia berharap dipertimbangkan kembali. Ia mengatakan, imbauan ia berikan tanpa ada kepentingan politik apapun.
Lihat juga:MUI: Yang Bikin Gaduh Itu Ahok |
Tanggal 2 Desember akan dijadikan momentum demo lanjutan dari demo 4 November lalu. Tuntutan demo nanti adalah meminta agar Basuki Tjahaja Purnama segera ditahan setelah jadi tersangka penistaan agama.
Demo akan diawali dengan salat jumat di Jalan Sudirman dan Jalan Mohammad Husni Thamrin, Jakarta Pusat.
Kepolisian sendiri sudah melarang salat di jalan raya itu. Polisi menyatakan, jalan raya adalah fasilitas umum. Penggunaan jalan untuk ibadah salat jumat dipastikan bakal mengganggu aktivitas masyarakat yang lain.
Polisi juga mengingatkan jangan sampai ada upaya menggulingkan pemerintah atau makar dalam demo itu. Polisi mengancam akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Lagi dibahas fatwanya, ini enggak boleh pernyataan. Fatwa itu harus dibahas dulu," kata Ma'ruf kemarin seperti diberitakan Detikcom.
Menurut Maruf harus ada rujukan jelas melalui pendapat para ulama. Sebelum mengeluarkan Fatwa, di MUI, kata Ma'ruf, ada prosedur yang harus dilalui. (sur/obs)