"Saya membenarkan bahwa betul ada lost contact, sekarang masih dalam proses pencarian," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Sabrar Fahillah saat dikonfirmasi, Kamis (24/11).
Pada pukul 10.45 WITA, pesawat lepas landas dari Tarakan menuju Long Bawan dalam rangka melayani pengiriman atau pendorongan logistik (dorlog) untuk pos Tanjung Karya. Sementara berat muatan dorlog sebesar 400 kilogram. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan selama satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, helikopter yang sama milik TNI AD jatuh pada Juli lalu di Dusun Kowang, Kalasan, Kabupaten Sleman. Heli Bell HA-5073 itu mengalami masalah dan dinyatakan hilang kontak di atas Dusun Kowang, Desa Tamanmartani pada pukul 15.16 WIB. Helikopter itu jatuh di dusun Dusun Kowang menimpa dua rumah masyarakat yang sedang kosong.
Korban seluruhnya merupakan personel TNI AD. Ada enam tentara yang diangkut helikopter itu. Tiga orang meninggal dunia, yakni Letda Cpn Angga Juang, Serda Yogi Riski Sirait, dan Fransiska Agustin. Sementara tiga orang lainnya luka berat, yaitu Kapten Cpn Titus Sinaga, Serka Rohmat, dan Kopda Sukoco. (pmg/asa)