Dalam situs https://watchdoc.co.id/, trailer film itu menayangkan tentang kondisi kehidupan warga Bukit Duri yang tinggal di bantaran sungai dan digusur oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Film itu juga menceritakan kehidupan warga Teluk Jakarta yang tergusur akibat proyek reklamasi dan menayangkan cara warga menyampaikan aspirasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Documentary Days Rahma Indira Marino menyebut Unit Pelaksana Teknis (UPT) TIM merasa berisiko menayangkan film Jakarta Unfair dengan alasan area TIM merupakan pusat kesenian dan kebudayaan yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta.
Selain Jakarta Unfair, panitia penyelenggara juga membatalkan penayangan film Jihad Selfie. Film itu berkisah tentang seorang pemuda Aceh yang tertarik bergabung dengan ISIS melalui pengaruh dari sosial media.
Panitia penyelenggara, sebelumnya, memutuskan untuk membatalkan penayangan dan diskusi film dokumenter Jakarta Unfair dan Jihad Selfie yang rencanannya akan dilaksanakan pada hari ini dan esok hari, Minggu (27/11).
"Terpaksa dibatalkan karena adanya resiko keamanan yang ditakutkan oleh pengelola Taman Ismail Marzuki, Documentary Days 2016, dan pihak XXI Taman Ismail Marzuki," kata Rahma.
Rahma juga memohon maaf atas ketidaktransparanan panitia melalui media sosial mengenai alasan tidak diputarnya film Jakarta Unfair. "Meskipun demikian, pembatalan diskusi ini tidak akan menghentikan niat kami dalam mengembangkan festival film dokumenter ini," katanya. (rel)