Ade mengatakan, dirinya menaati aturan yang berlaku di Golkar saat ini. "Saya taat pada peraturan termasuk peraturan Partai Golkar. Sebagai kader Golkar, saya ingin menempatkan keutuhan negara, partai, di atas kepentingan pribadi," kata Ade di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (28/11) malam seperti diberitakan Antara.
Meski tak genap setahun menjadi Ketua DPR, ia berharap bisa memberikan manfaat bagi lembaga legislatif dan konstituennya. Ade mengaku sejak awal ia sudah siap dengan apapun risiko jabatan yang bakal ditanggungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade mengatakan, Pimpinan DPR telah menerima surat usulan pergantian Ketua DPR dari DPP dan Fraksi Golkar. Pimpinan sudah membaca dan akan mempelajari dengan seksama.
Perkara itu sendiri kemudian dihentikan karena bukti yang diajukan dinilai tidak sah. Setelah perkara dihentikan, wacana untuk mengembalikan jabatan Setya mengemuka. Apalagi posisi Setya saat ini adalah orang nomor satu di Golkar.
Hingga akhirnya, Partai Golkar melalui rapat pleno memutuskan untuk mengembalikan jabatan Ketua DPR ke tangan Setya. (sur)