Pelaksana Direktur Bidang Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Pemerintahan USAID Indonesia Kevin McGrath menuturkan, lembaganya telah mendorong perbaikan tata kelola pelayanan kesehatan dan pendidikan di Jayapura, Mimika, dan Jayawijaya.
Kevin berkata, seperti dikutip dari Antara, selama tiga tahun USAID bekerja sama denagn 12 puskesmas, 30 sekolah dasar, tiga dewan pendidikan, 30 pemerintah tingkat desa serta puluhan tokoh adat, agama, dan tokoh perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepala dinas pendidikan provinsi juga sudah berjanji melanjutkan pekerjaan kinerja melalui alokasi anggaran sebanyak Rp3 miliar untuk melaksanakan MBS di 15 daerah baru di Papua, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di provinsi," kata Kevin.
"Hasilnya, masyarakat Papua mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas," tuturnya.
Lihat juga:Sanitasi Buruk Picu Kematian di Papua |
Merujuk laporan USAID, Maret 2016, lembaga tersebut mengklaim telah mengucurkan dana sebesar US$60 juta untuk peningkatan kesehatan Indonesia pada 2015.
Tak hanya kesehatan dan pendidikan, fokus kerja USAID di Indonesia juga terbagi dalam sejumlah sektor lain, yaitu demokrasi, pemerintahan, lingkungan, bantuan biaya pendidikan, teknologi dan ilmu pengetahuan.
Lihat juga:'Jangan Lihat Papua dengan Logika Jawa' |