"Saya tidak tahu mengapa pemerintah sekarang takut sama makar, karena menurut saya tidak ada indikasi ke arah sana. Saya agak kurang paham mengapa muncul isu seperti ini," kata Ulil ditemui usai diskusi bertajuk "Pancasila dan Kebangsaan Kita", di Jakarta, Rabu malam seperti dikutip dari Antara.
Lihat juga:Jurus Tito Redam Demo #212 |
Dia juga mengatakan isu makar tersebut mengada-ada dengan melihat pada kondisi ekonomi yang tidak krisis dan situasi sosial yang relatif dinamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun ada ancaman dari kelompok fundamentalis, namun katanya, hal itu telah lama terjadi.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan pihaknya menjaga ketat aksi massa pada 25 November 2016 karena berpotensi mengandung upaya penggulingan pemerintahan.
Tito mengklaim mendapat informasi bahwa ada ‘penyusup’ di balik aksi demo tersebut dan akan menduduki gedung parlemen Senayan, Jakarta.
"Kalau itu bermaksud untuk menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, termasuk pasal makar," ujar Tito di Jakarta, Senin (21/11).
Belakangan, pada Sabtu pekan lalu, polisi menangkap sembilan orang yang bergabung dalam Khafilah Syuhada al-Hawariyun yang diduga sebagai kelompok teroris yang menyusup demo #411. Kelompok ini dipimpin oleh Saulihun alias Abu Nusaibah, dan diduga berbaiat dengan jaringan ISIS.