Menurut Iriawan, peserta aksi hanya akan membawa Al-Quran, tasbih dan sajadah dalam mengikuti kegiatan itu. Maka itu tidak perlu dikawal dengan senjata.
"Tidak ada, semua pasukan di sini tidak ada (yang bersenjata). Yang melayani doa dan zikir tidak ada yang pakai senjata," ujar Iriawan usai melakukan apel pasukan pengamanan di Monas, Kamis (1/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu pun terpaksa dilakukan, tapi pakai (peluru) karet," kata Iriawan.
Selain memperketat pengamanan, sejumlah fasilitas juga akan disediakan oleh kepolisian untuk peserta aksi. Kepolisian juga turut menyiapkan kamar mendi umum, ambuilans, dan air minum untuk mencegah dehidrasi para peserta aksi.
Kepolisian juga menyediakan lima lahan parkir untuk peserta aksi yang membawa kendaraan. Lahan parkir itu terletak di Parkir Timur Senayan, Lapangan Banteng, Istiqlal, Pekan Raya Jakarta, dan Lapangan Parkir IRTI Monas.
Iriawan sebelumnya ikut dalam apel pengamanan jelang aksi 2 Desember di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, tadi padi. Apel akbar itu turut melibatkan pasukan pengamanan berasal dari TNI AD, TNI AL, Brimob Nusantara, Brimob Polda Metro Jaya, Sabhara, Satlantas Polda Metro Jaya, dan pasukan polisi bersorban.
(gil)