"Marilah kita menghindari penyelesaian masalah dengan show of force karena kalau menjadikan rutinitas berapa banyak waktu kita yang hilang, berapa biaya harus dikeluarkan, berapa sering kecurigaan yang timbul, semuanya menjadi beban seluruh bangsa ini," tutur JK seperti dilansir dari Antara.
JK menyampaikan hal itu saat menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) di gedung Nusantara IV Kompleks DPR/MPR di Jakarta, Sabtu (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Berakhir Damai, #Aksi212 Diapresiasi Warga |
Menurut JK, unjuk kekuatan dengan berbagai tema kalau memang dibutuhkan tentu sewaktu-waktu perlu memperlihatkan ekspresi.
JK menambakan, yang terpenting adalah menjaga keutuhan bangsa meski masing-masing mempunyai hak untuk menyampaikan aspirasinya.
Khofifah tidak ingin aksi kebangsaan dianggap sebagai tandingan. "Bukan tandingan. Nanti kesannya justru seperti persaingan," kata Khofifah saat ditemui seusai peluncuran kartu disabilitas di Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (3/12).
Menurut Khofifah Aksi Kebangsaan Indonesia atau AKI mirip dengan pentas budaya yang digelar masyarakat. "(Aksi) itu lebih sebagai ekspresi dari berbagai elemen masyarakat untuk membangun kebhinnekaan," ucap Khofifah.
Khofifah juga menyangkal mewajibkan para pegawai negeri sipil untuk menghadiri AKI tersebut. "Atas dasar apa kami mewajibkan mereka untuk hadir," ujarnya balik bertanya.