"Pencarian dilakukan dari unsur laut dan udara. Unsur laut ada 15 kapal yang kami operasikan," kata Sulistyo saat konferensi pers di kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Minggu (4/12).
Dia menyebutkan, kapal yang dikerahkan berasal dari kesatuan Basarnas, TNI AL, Bakamla, Pol Air, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), serta dari pihak Bea Cukai. Sedangkan pencarian dari sisi udara, Basarnas menggunakan helikopter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terimakasih kepada nelayan yang telah menemukan itu," kata Sulistyo.
Dia mengatakan, pada pencarian hari pertama, kemarin, tim gabungan telah menurunkan tujuh kapal dari Basarnas, Pol Air, TNI Angkatan Laut, dan sejumlah masyarakat, terutama para nelayan.
Pesawat milik Polri yang jatuh itu berangkat dari Pangkal Pinang pukul 09.24 WIB dengan tujuan Batam. Estimasi tiba di tujuan pada 10.58 WIB. Namun, sebelum tiba di tujuan, pesawat itu hilang kontak di wilayah udara Kabupaten Lingga.
Sulistyo mengatakan, pesawat itu mengangkut lima kru dan delapan penumpang yang merupakan anggota Polri. Mereka hendak melakukan rotasi penugasan awak pesawat yang berada di Polda.
Pesawat baling-baling berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan untuk mengantar petugas BKO Ditpoludara Baharkam Polri ke Polda Kepri.
Polda Kepri menyatakan upaya pencarian sudah dilakukan sejak Sabtu siang namun baru barang-barang milik penumpang termasuk kursi pesawat yang ditemukan. (pmg)