Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH. Bambang Soelistyo menjelaskan, kondisi ketiga jenazah disebut berupa potongan tubuh.
"Tadi malam, tiga kantong mayat tidak utuh diserahterimakan pukul 02.15 pagi dari tim gabungan di bawah kendali Basarnas, menyerahkan kepada pihak kepolisian Tanjung Pinang. Saat ini sudah berada di RS Bhayangkara Batam," kata Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Minggu (4/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Soelistyo mengatakan, mulanya pesawat itu terdiri dari 16 anggota polisi. Namun, tiga orang anggota terlebih dulu turun di Pangkal Pinang. Sehingga jumlah manifes dalam pesawat itu berjumlah 13 orang.
Kepala Sub Direktorat Peningkat Profesi (Kasubdit Katrof) Direktorat Polisi Air dan Udara Polri Komisaris Besar Hendrawan menuturkan, pesawat yang jatuh sedang dalam misi rotasi penugasan.
Tiga anggota kepolisian yang selamat, kata Hendrawan, akan melaksanakan rotasi tugas dinas di Pangkal Pinang. Mereka adalah Brigadir Sandoko, Brigadir Endri L, dan Brigadir Angga.
"Ada beberapa kru yang kita ganti penugasan, dan pada penerbangan pertama menuju Pangkal Pinang," ujar Hendrawan.
Sementara, 13 lainnya kata Hendrawan, melanjutkan perjalanan untuk misi rotasi penguasan di Batam. Namun, dalam perjalan ke titik kedua itu, pesawat dinyatakan hilang kontak.