Diancam Digeruduk, UKDW Turunkan Baliho Mahasiswi Berjilbab

Hendrawan Setiawan, CNN Indonesia | Kamis, 08/12/2016 13:08 WIB
Meski merasa mendapatkan ancaman dari FUI Yogyakarta terkait penurunan baliho mahasiswi berjilbab, UKDW tak akan menyelesaikan persoalan ini ke jalur hukum. Ilustrasi. (Antara/Muhammad Adimaja)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Rektor Universitas Kristen Duta Wacana Henry Feriadi menyatakan terancam dengan permintaan Forum Umat Islam (FUI) Yogyakarta terkait penurunan baliho yang memuat potret mahasiswi berjilbab.

“Kami merasa terancam karena mereka mengatakan akan mendatangkan massa dalam jumlah banyak apabila baliho tak diturunkan,” kata Henry dalam konferensi pers di kampus UKDW, Kamis (8/12).

Karena mendapat ancaman, pihak kampus telah menurunkan baliho yang ada di depan kampus. Mereka juga berencana akan menurunkan baliho dan promosi yang tersebar di Yogyakarta. Baliho ini baru dipasang dan disebar sekitar satu bulan.


Menurut Henry, FUI Yogyakarta pertama kali meminta penurunan baliho pada Rabu (7/12) pukul 09.00 WIB. Dua orang dari pihak FUI Yogyakarta bertemu dengan pihak manajemen admisi dan promosi kampus.

“Saat itu mereka meminta baliho dan promosi di depan kampus diturunkan,” kata Henry.
Alasan permintaan penurunan tersebut karena jilbab adalah representasi simbol Islam. “Selain itu mereka protes karena tak meminta izin dari ormas tersebut,” kata Henry.

Pertemuan saat itu berakhir dengan pernyataan dari kedua orang dari FUI Yogyakarta yang menyatakan akan kembali lagi ke kampus dalam jumlah yang banyak.

Selanjutnya, pada hari yang sama sekitar pukul 12.15 WIB, sebanyak enam orang dari FUI Yogyakarta datang kembali ke kampus.

“Mereka memberi batas waktu hingga Kamis sore pukul 17.00 WIB," kata Henry. 

Meski merasa mendapatkan ancaman, UKDW tak akan menyelesaikan persoalan ini dengan melaporkan ke kantor polisi. Alasannya, mereka ingin menciptakan suasana yang damai.

“Kami tidak berencana menuntut atas pemaksaan kehendak tersebut untuk menjaga suasana damai,” kata Henry.

Menurut Henry, pihaknya berupaya membangun saling pengertian dan mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan.

“Kami menghimbau agar pihak-pihak yang telah menyatakan perhatian dan kepedulian, untuk tetap arif dan bijaksana dalam menyikapi ini,” kata dia.

Sebelumnya Kepala Subdit Penum Divisi Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisaris Sri Sumarsih, kepada CNNIndonesia.com, menyatakan pihak kepolisian tak hadir dalam pertemuan antara kampus dan FUI.

"Permintaan FUI itu sudah diterima Humas UKDW. Telah terjadi komunikasi yang baik di antara kedua pihak," ucapnya.

UKDW merupakan universitas yang didirikan tahun 1985. Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana yang berdiri sejak 31 Oktober 1962.

Selain fakultas teologi, universitas yang berada sekitar dua kilometer dari Tugu itu memiliki fakultas teknologi informasi, arsitektur, bisnis, bioteknologi, kedokteran dan pendidikan bahasa Inggris.

Sementara itu, FUI pernah terlibat pada pembubaran kegiatan budaya di Yogyakarta, seperti pemutaran film Senyap di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan Institut Seni Indonesia, Desember 2015.
(yul)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK