Salah satu bentuk tindakan koruptif, menurut Bambang adalah pejabat yang tidak menepati janji dan mengeluarkan kebijakan yang tidak ditujukan pada kemasalahatan rakyat.
"Seseorang yang berjanji tidak melakukan gusur tapi melakukan penggusuran itu koruptif. Karena ia berkhianat terhadap janjinya," ujar Bambang di Posko Pemenangan Cicurug, Jakarta, Jumat (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seseorang yang pandai menyalahkan orang lain tapi tak mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin, kata Bambang, juga termasuk tindakan koruptif.
"Pemimpin itu adalah yang mengambil alih tanggung jawab dan mengesekusi apa yang menjadi kewenangan berdasarkan tugas dan kewajibannya," ujar Bambang.
Tak hanya itu, menurut Bambang, selama ini pemerintah Jakarta belum menunjukan keseriusannya dalam membuka lapangan kerja, khususnya di bidang kewirausahaan.
Sampai saat ini pemerintah, kata Bambang, terlalu berorientasi pada penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup pemerintahan. Tidak seperti Anies-Sandi yang menjanjikan membuka 200 ribu wirausaha baru.
Padahal, kata Bambang, orientasi tersebut berpotensi terhadap tindakan nepotisme dan politik dinasti yang mengakar pada masyarakat di pemerintahan.
"Oleh karena itu kita dikepung oleh oligarki, politik kartel dan dinasti. Politik dinasti adalah salah satu sumber akar korupsi," ucap Bambang. (rel)