Dua posko tambahan tersebut berada di Kabupaten Pidie Jaya, yakni Posko Meunasah Juroeng yang menampung 1.300 jiwa, dan Posko Trienggadeng menampung 700 jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya tujuh posko yang telah berdiri adalah Posko Desa Rieng Blang Kecamatan Meureudu (500 jiwa), Posko Desa Meuraksa Barat Kecamatan Meureudu (800 jiwa), Posko Desa Paru Lueng Putu Kecamatan Bandar Dua (700 jiwa).
Dikatakan Khofifah, posko tambahan itu menyalurkan logistik sekaligus memberikan rasa aman kepada warga yang mengungsi.
"Menghadirkan rasa aman untuk pengungsi ini penting, karena mereka masih trauma terhadap gempa susulan. Saya memang melihat tadi banyak yang mendirikan posko darurat di depan rumah. Itu semata-mata untuk memberikan rasa aman," kata Khofifah.
Khofifah berharap, dengan hadirnya dua posko tambahan dan dapur umum ini maka pengungsi bisa berkumpul di satu titik untuk memudahkan pendataan dan penyaluran bantuan.
"Perkembangan tempat pengungsian ternyata luar biasa. Menurut Pak Camat Trienggadeng, di daerahnya saja per Sabtu siang ada 30 titik. Masing-masing titik ini tentun perlu ada proses kecepatan distribusi logistik," ujar Khofifah.