Bahrun Naim, Dalang Bom Thamrin Sebarkan Doktrin Amaliyah

Resty Armenia, CNN Indonesia | Minggu, 11/12/2016 15:07 WIB
Bahrun Naim, Dalang Bom Thamrin Sebarkan Doktrin Amaliyah Polisi menyebut Bahrun Naim, WNI yang tergabung dengan ISIS, aktif membentuk sel-sel teror kecil di Indonesia. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bahrun Naim, dalang bom Thamrin pada Januari 2016 disebut masih mengaktifkan jaringan sel teroris di Indonesia. Jaringan Bahrun merekrut keempat terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat dan Karanganyar, Jawa Tengah, yang berencana melakukan aksi teror di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.

Bahrun yang berbaiat kepada ISIS ini menganjurkan amaliyah atau seruan yang memerintahkan orang untuk berjuang di kampung halamannya atau negaranya masing-masing, jika belum mampu berjuang di Syria.

"BN telah merekrut dan membuat sel-sel kecil. Kita harus waspada jangan sampai mereka berkembang di Indonesia. Maka Densus 88 melakukan penindakan di lapangan," kata Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, kepada wartawan, Minggu (11/12).


Bahrun Naim disebut Awi berkomunikasi dengan keempat orang itu melalui telegram. Menurut Awi, orang-orang yang direkrut Bahrun sudah siap mati karena ditengarai memiliki bibit-bibit pemahaman radikalisme.

Ia menyebut, keempatnya belajar Islam dengan mengikuti pengajian-pengajian dan mendengarkan ceramah. 

"Seperti NS (Nur Solihin) ini sejak tahun 2000an sudah keliling mencari jati diri, termasuk sudah pernah ikut kelompok ormas tertentu, kami tidak bisa sebutkan namanya. Lalu ia bergabung dengan Jamaah Anshorut Khilafah Daulah Nusantara (jaringan di bawah kendali Bahrun Naim)," katanya.

NS adalah satu dari tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di sebuah indekos di Bintara, Bekasi, Jawa Barat. Mereka yang ditangkap di Bekasi adalah Nur Solihin, Agus Supriyadi, dan Dian Yulia Novi. Seorang terduga lain ditangkap di Karanganyar, berinisial SY atau Abu Izzah. 

Polisi menemukan barang bukti berupa bom rakitan berbentuk penanak nasi elektronik (rice cooker) di kamar 104 ,rumah tiga lantai itu.

Tim Gegana Polda Metro Jaya meledakkan satu dari tiga bom aktif yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu malam.

Bom tersebut diledakkan pukul 19.20 WIB dengan menggunakan sebuah tabung pengaman yang terpasang di mobil Tim Gegana.
(wis/yul)