Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi mengatakan, jumlah pengungsi terus bertambah. Karena itu akan ada upaya agar jumlah pengungsi tidak terus melonjak.
"Data pengungsi yang terus melonjak harus dicermati. Kami akan mengambil sikap penanganan selanjutnya guna menghindari lonjakan pengungsi," kata Said yang juga Komandan Satgas Tanggap Darurat di Pidie Jaya, Senin (12/12) seperti diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sepakati dibuat rekap kebutuhan selama tujuh hari," kata Said.
Data kerusakan itu harus segera dilaporkan ke Posko Utama terkait dengan rencana bantuan dari pemerintah.
Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengatakan, tanpa database valid, sulit mempercepat penanganan darurat seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan, pengungsi yang berhak menerima bantuan harus diverifikasi by name by address. Bantuan selanjutnya adalah bantuan stimulus pembangunan rumah.
"Kami menunggu pendataan rumah selesai. Saya sudah perintahkan Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB untuk turunkan tim menghitung kerugian dan kerusakan, serta biaya untuk pemulihan pasca gempa," kata Willem.
Hingga saat ini jumlah korban meninggal tercatat sebanyak 101 orang, di mana 94 korban sudah diidentifikasi. Sementara korban luka-luka sebanyak 666 orang terdiri dari 134 luka berat dan 532 luka ringan.
Data sementara, kerusakan fisik akibat gempa meliputi rumah 11.668 unit, masjid 61 unit, musala 94 unit, ruko 161 unit, kantor pemerintahan 10 unit, dan fasilitas pendidikan 16 unit.