Dia mengatakan, minimnya anggaran juga menjadi masalah di daerah-daerah yang memiliki potensi wisata bahari. Demi mengatasi masalah tersebut, NTT bersama tujuh daerah kepulauan lain pun membentuk Badan Kerjasama Daerah Kepulauan (BKDK).
"Kami bentuk itu (BKDK) agar mendapat perhatian khusus. Kalau daerah pulau kan mudah, tapi kepulauan itu kan mesti ada (perhatian) khusus," kata Frans di Lembata, NTT, Senin (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Frans berkata, masalah utama dalam membangun pariwisata di NTT terletak pada aspek infrastruktur transportasi. Menurutnya, kapasitas pelabuhan dan bandara di NTT masih kecil. Hal itu menjadi penghambat untuk menarik kunjungan wisatawan tiap tahun.
Perbaikan infrastruktur untuk menunjang sektor pariwisata juga menjadi fokus pemerintah pusat.
Presiden Joko Widodo telah menyatakan, pemerintah akan menaikkan anggaran promosi Kementerian Pariwisata hingga 4-5 kali lipat tahun depan. Anggaran tersebut dinaikkan untuk mendapatkan target kunjungan wisman hingga 20 juta di tahun 2019.
"Saya kira semua kementerian saya harapkan dukungannya terhadap program ini,” kata Jokowi, Rabu (7/12) lalu. (pmg/pmg)