"Nanti kami usut, Kapolda (NTT) bersama unsur-unsur sudah ada di Pulau Sabu untuk melihat langsung, menangani langsung masalah ini. Kita tunggu nanti hasil pemeriksaan seperti apa," kaya Boy di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta pada Selasa (13/12) sore.
Menurut Boy pengusutan massa tersebut untuk menemukan siapa penggerak massa yang menerobos ke Polsek Sabu Barat. Boy menjelaskan, setelah menerobos, massa menjebol atap tempat Irwansyah ditahan. Kemudian massa itu melemparkan batu ke arahnya.
Lihat juga:Penyerang Siswa SD di NTT Pedagang Keliling |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irwansyah sebelumnya diberitakan masuk ke dalam kelas SDN 1 Sabu Barat dengan menbawa senjata tajam. Kemudian ia menyerang dan melukai tujuh siswa.
Siswa lainnya bernama Naomi Oktoviani Pawali (10), Maria Katrina Yeni (8), Gladis Riwu Rohi (11), Dian Suryanti Kore Bunga (11), Alberto Tamelan (10) dan Aldi Miha Djami (11). Keenam siswa itu mengalami luka di bagian leher dan sebagian juga mengalami luka di jari dan bibir.
"Kalau hidup kita bisa menggunakan saksi ahli, bisa menggunakan psikiatri untuk periksa kejiwaan dia. Tapi dalam kondisi ini tentu penyidik menjadi kesulitan," kata Boy.
Meski begitu, Boy menjelaskan pengusutan terhadap massa yang menerobos dan kasus penyerangan siswa SD akan terus berjalan. Polisi akan mencari fakta-fakta terkait untuk mengetahui kejadian secara lengkap.
"Mudah-mudahan ada saksi-saksi yang persis tahu, apakah keluarga, apakah orang tua dari pelaku. Kan bisa digali keterangannya," kata Boy.
Lihat juga:Pemuda Serang SD di NTT, Tujuh Siswa Luka |