“Saat itu Dora kesal karena polisi yang kemudian diamuk justru berdiri di jalur yang akan Dora lewati,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA Ridwan Mansyur, Kamis (15/12).
Ridwan tak menampik berbagai kemungkinan masalah yang menimpa Dora hingga membuat perempuan berjilbab itu mendadak emosional saat peristiwa itu terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pegawai MA, lanjut Ridwan, memang mestinya memberikan teladan dan contoh yang baik agar tidak mudah emosional. Apalagi peristiwa ini bisa menimpa siapa saja.
"Mungkin ini contoh di tengah jalan ada orang yang sabar dan emosional. Siapa menabur angin, dia menuai badai. Orang yang sabar dapat penghargaan, kalau emosional akhirnya dihujat," ucap Ridwan.
Dora telah bekerja sebagai staf di bagian perencanaan MA sekitar lima tahun. Perempuan berusia 35 tahun ini sebelumnya bekerja sebagai staf keuangan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.
Ridwan menyatakan beberapa kali berjumpa dengan Dora di lingkungan MA. Sebelum video yang menggambarkan Dora mengamuk pada Aiptu Sanusi menjadi viral di media sosial, Dora dikenal sebagai pribadi yang biasa saja dan tak terlalu menonjol.
Ridwan juga tak kenal dekat lantaran tak memiliki hubungan pekerjaan dengan Dora. Pekerjaan Dora di bagian perencanaan, kata dia, berkaitan dengan segala urusan rencana pegawai MA, pelaporan, hingga penyerapan anggaran.
"Saya ketemu kalau ada kegiatan di MA saja saat upacara atau senam pagi. Tapi secara hubungan pekerjaan tidak ada," tuturnya.