Pernyataan Ganjar mengenai moratorium tersebut dia sampaikan langsung kepada Menteri Siti saat pertemuan antara dirinya dengan sang menteri, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan tim kedeputian II Kantor Staf Presiden yang dipimpin oleh Yanuar Nugroho, Rabu siang lalu, di Kantor KLHK.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas polemik Surat Keputusan (SK) Ganjar Nomor 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen di Rembang, tertanggal 9 November 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganjar menjelaskan, niat untuk mengusulkan moratorium sudah lama dia pikirkan, terutama setelah ada 11-12 perusahaan yang memberi sinyal untuk melakukan investasi semen di Jawa Tengah. Bahkan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan, sudah ada investor semen yang ingin bertemu dengannya.
“Dia mau ketemu saya, saya akan jawab, ‘Sorry bro, kayaknya sebentar lagi kita moratorium.’ Simple kan? Biar enggak mengharap-harap. Kasian lho, kan saya harus menjamin (kepastian) investasi juga.”Gubernur Ganjar Pranowo |
Atas usulan moratorium itu, lanjut Ganjar, Menteri Siti menyambut positif. “Kata Ibu Menteri, ‘Oh menarik itu Pak Ganjar.’ Saya bilang iya. Saya ingin menunjukkan, kami ini meskipun dipukuli banyak orang, tetapi kami juga cinta kok kondisi lingkungan yang baik,” tuturnya.
Ganjar tidak menyebutkan waktu persis kapan dia akan mengirim surat usulan moratorium kepada Menteri Siti.
“Coba mau lihat satu minggu ini, paling enggak sampai awal tahun, saya akan kirim itu surat resmi untuk moratorium khusus untuk semen. Kalau nanti moratorium itu katakanlah tiga tahun, maka semen khusus Jawa Tengah, masuk negative list investasi. Kan selesai. Biar publik juga tahu,” ujarnya. (rdk/yul)