"Lokasi jatuhnya pesawat nahas itu berada di sekitar Gunung Lisuwa, Distrik Minimo yang berada di seberang sungai Baliem," kata Suyatno. Diduga pesawat yang mengangkut beras dan semen dengan berat total 12 ton itu, jatuh setelah terperangkap kabut dan menabrak gunung.
Kalau Tim SAR terkendala medan yang sulit, diduga pesawat yang dikemudikan Mayor (Pnb) Marlon Kawer itu jatuh karena faktor cuaca. Mengutip Antara, menurut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Agus Supriatna cuaca memang dilaporkan tidak baik saat kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma mengatakan, jumlah korban tewas 13 orang, termasuk satu penumpang dari Satuan Radar 242 Lanud Abdul Rachman Saleh. Penumpang bernama Kapten Rino itu baru dari dinas di Malang dan akan akan pulang ke Biak.
Saat ini, ketigabelas korban sudah ditemukan oleh Tim SAR. Menurut Hadiyan, semuanya ada di Bandara Wamena dan sedang menunggu koordinasi lebih lanjut. Mereka akan segera diinvestigasi dan dipulangkan ke keluarga. (rsa)