Londong mengatakan saat ini jenazah korban ada di satu tempat untuk mempermudah proses evakuasi. "Rencananya, secepat mungkin dibawa ke Malang," kata Londong di Malang, Jawa Timur, Minggu (18/12), seperti dikutip dari Antara.
Dia menuturkan jika ada keluarga yang menginginkan korban dimakamkan di kampung halamannya, akan dipulangkan ke pihak keluarga dan dimakamkan secara militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Londong mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lanud di Wamena dan jajaran samping untuk evakuasi. Selanjutnya dibawa ke Abdulrahman Saleh. Hanya saja, Londong belum berani memastikan jam berapa jenazah tiba di Malang, karena harus menjalani proses medis terlebih dahulu.
Pesawat ini diterbangkan oleh Mayor (Pnb) Marlon A Kawer dengan membawa 11 kru lain. Kru yang terdaftar dalam manifest adalah Kapten (Pnb) Jihan H Farlin Saragih, Lettu (Pnb) Hanggo Fitradhi, Lettu (Nav) Arif Fajar Prayogi, Peltu Suyata, Peltu M Kusen, Pelda (Lek) Luqman Hakim, Peltu (Air) Agung Triwahyudi, Pelda Agung Sugihantono, Serma Ahmad Fathoni, Serma Mokhamad Khudori dan Serda Suyanto.
Namun, pihak Lanud Abd Saleh memastikan jumlah korban pesawat Hercules C-130 A-1334 TNI AU yang jatuh di Papua sebanyak 13 orang. Data ini bertambah satu orang dari data sebelumnya, yakni Kapten Lek Roni Pratama. Dia adalah Pasi Pamut Satrat 242 Biak.
"Oleh karena itu, kami diminta untuk menyiapkan 13 bingkai foto. Kapten Lek Roni Pratama ikut rombongan dalam rangka tugas," ucap Londong.