Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, UN tetap dilaksanakan guna menjadi tolak ukur kemajuan pendidikan siswa Indonesia mendatang.
"Presiden memutuskan ujian nasional tetap diadakan, dijalankan dengan berbagai penyempurnaan dan perbaikan," kata Pramono di Kantor Presiden, Senin (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbaikan lain yang akan dilakukan pemerintah adalah pemerataan sertifikasi dan peningkatan kemampuan guru Indonesia. Hal ini nantinya memudahkan evaluasi kinerja guru.
Standar pendidik minimal lulusan Strata 1 (S1) seperti diatur dalam Pasal 29 ayat 1 PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan belum diterapkan sejumlah daerah Indonesia.
Menanggapi itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menuturkan, guru-guru akan diberikan workshop guna membuat soal berstandar nasional di bawah kendali Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi.
Guru-guru juga akan dibimbing Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dari Kemendikbud. Sementara itu, konten akan diarahkan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Meski usulan penghapusan UN ditolak, Muhadjir yakin tender UN 2017 dapat berjalan baik dan tepat waktu. (yul)