Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan, para terduga teroris telah menyelesaikan perakitan lima bom itu.
"Ada lima bom aktif di dalam," kata Awi di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hingga berita ini diturunkan, Polri belum dapat memastikan jenis bom tersebut. Informasi sementara yang mereka publikasikan, bom itu hasil rakitan tangan yang memiliki bentuk tidak beraturan.
Selain menemukan tas ransel berisi bom, dalam penggerebekan tersebut polisi juga menemukan senjata api, pipa yang diduga merupakan bahan pembuat bom.
Dari Dian, polisi menangkap seorang terduga teroris bernama Adam Noor Syam, di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan pada pukul 08.00 WIB. Adam mengaku akan melakukan serangan teror di Pos Polisi Lalu Lintas yang berlokasi di depan Rumah Sakit Eka, Serpong.
Mendapatkan informasi itu, polisi langsung bergerak menuju rumah kontrakan di Kawasan Curug.
"Ada beberapa nama yang akan beraksi jelang natal dan tahun baru," kata Iriawan.
Di rumah kontrakan terjadi baku tembak antara polisi dengan tiga terduga teroris, yakni Omen, Irwan, dan Helmi. Penembakan dilakukan lantaran ketiganya melakukan perlawanan dan sempat melempar bom ke arah polisi.
Menurut Iriawan, ketiga pelaku yang menempati rumah kontrakan itu berperan sebagai perakit bom. Mereka merancang modus aksi teror dengan kronologi menusuk anggota polisi sehingga muncul kerumunan massa.
"Setelah terjadi kerumunan massa, akan ada bom bunuh diri yang meledak," kata Iriawan.