Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian meminta Operasi Lilin 2016 fokus dalam mengantisipasi terjadinya konflik bernuansa keagamaan dan ideologi.
"Operasi Lilin 2016 akan berlangsung mulai berlangsung sejak 23 Desember sampai 1 Januari. Kita waspadai kerawanan konflik berbau keagamaan dan ideologi," kata Tito saat memberikan amanat dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2016 di Silang Monumen Nasionam (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya, melarang organisasi masyarakat melakukan sweeping atau razia terkait fatwa soal pelarangan atribut keagamaan nonmuslim yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Penegakan Hukum
"Pelanggar hukum kami lakukan pendekatan, kami tegakkan hukum secara tegas. Perayaan Natal dan Tahun Baru harus berlangsung aman," ujar Tito.
Selain itu, Tito juga meminta jajarannya mewaspadai ancaman terorisme dan tindak kejahatan lain, seperti pencurian rumah.
Jenderal polisi bintang empat itu pun meminta jajarannya melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di sejumlah tempat lokasi.
Lihat juga:Klakson Telolet Tuai Senyuman dan Kritik |
"Waspadai migrasi massa karena liburan, kita akan lakukan pengamanan mobilisasi itu berjalan aman dan lancar. Koordinasi telah dilakukan dengan Kemhub dalam pengamanan ini, baik arus mudik atau pun arus balik," tutur Tito. (asa)