Hingga Jumat sore pukul 18.00 WITA, ketinggian air di Kota Bima bervariasi antara 1 hingga 1,5 meter dan diketahui terparah merendam daerah Kecamatan Asa Kota dan Kecamatan Rasa Nae Barat.
Meski ketinggian air mulai surut pada pukul 21.30 WITA, namun pada malam hari aliran listrik masih padam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa meninggal, namun jumlah masyarakat yang mengungsi di tempat aman terus bertambah. Sejumlah tempat seperti masjid dan bukit di Penaraga, Rite, Santi, Tambana, Dana Traha, Bukit Jatiwangi, Bukit Kosambo Mande, Soncotengge, Bukit Penatoi, dan Dorolonda menjadi titik penampungan korban banjir.
Tim SAR sejak pagi terus menyisir sejumlah titik banjir untuk proses evakuasi. Sejauh ini BNPB sedang menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim ke Bima melalui dua cara, yakni melalui pesawat terbang dari Jakarta dan mengerahkan bantuan logistik dari Mataram. Banjir yang kembali merendam Kota Bima membuat jalur pendistribusian bantuan belum bisa dilakukan merata.
Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini antara lain makanan siap saji, ar mineral, air bersih, pakaian, selimut, tenda, tikar matras, pelayanan medis dan obat-obatan. BNPB, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, Basarnas, SKPD, relawan, NGO dan masyarakat terus melakukan penanganan darurat, salah satunya dengan mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian. (evn)