Wali Kota Jambi Syarif Fasha menyesalkan dekorasi yang dinilai menyinggung itu. "Kami sesalkan kejadian tentang ornamen natal berlafaz Allah, dengan ini diputuskan Hotel Novita Jambi kami tutup sementara waktu," kata Fasha dalam akun Twitternya, @SY_Fasha.
Ia meminta warga Jambi mempercayakan proses selanjutnya kepada pemerintah dan penegak hukum. "Tetap sabar dan mawas diri atas upaya memecah belah antara kita," kata Fasha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Jambi Brigadir Jenderal Yazid Fanani dan Gubernur Zumi Zola juga datang ke hotel ini untuk meredakan suasana.
"Merayakan Natal silakan, tetapi dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab," kata Zumi.
Menurut dia, manajemen hotel tidak memiliki sensitivitas. Hal ini bisa mencederai kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Jambi.
"Sensitif dan bijaksanalah dalam melakukan sesuatu. Yang dilakukan ini sangat tidak bijaksana," kata Zumi.
"Sudah 14 saksi diperiksa, mungkin akan berkembang lagi," kata Bernard.
Saksi yang diperiksa itu di antaranya adalah sejumlah wartawan yang pertama kali menggunggah tulisan 'Allah' ke media sosial. Saksi lain adalah pengelola hotel dan tamu yang menginap.
Bernard mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu provokatif.
Saat ini situasi di Kota Jambi, menurut Bernard, kondusif dan tidak ada masalah berarti. (sur/wis)