"Ada beberapa barang bukti yang kami peroleh. Ada golok dan surat terkait 'amaliah' bersedia untuk menjadi 'pengantin'," kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Purwakarta, Minggu (25/12).
Surat pernyataan kesediaan menjadi calon pengantin ditulis dalam secarik kertas bertuliskan tangan. Berikut petikan surat calon pengantin seperti dilaporkan detikcom:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami akan mendatangi kalian di mana saja kalian berada, kami akan mengintai pos-pos kalian, rumah-rumah kalian, baik itu di tempat keramaian atau sepi, siang atau malam.
Surat yang dibuat itu mengatasnamakan Junud Khilafah Islamiyah Nusantara
Selain menemukan surat pernyataan dari terduga teroris, polisi menemukan sejumlah barang bukti di antaranya golok, buku-buku agama, cutter, sepatu, dan dompet.
Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri menggerebek empat orang terduga teroris di wilayah Ubrug, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/12), siang.
Dari keterangan Rijal dan Ivan kemudian polisi bergerak menggerebek keramba di Waduk Jatiluhur sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam penggerebekan di Waduk Jatiluhur, terduga teroris melakukan perlawanan dan tim Densus menembak mati Abu Sofi dan Abu Fais.