Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan Ramlan ditembak karena melawan petugas saat ditangap di Bekasi. “Dia melawan pakai pedang,” ucap Argo kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Nanti yang masih hidup kami tanya sejauh mana apakah sudah berlangsung lama dan berapa TKP,” kata Argo.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Ramlan yang berjalan pincang dikenal sebagai pentolan dalam beberapa aksi kejahatan. Ramlan yang bertindak sebagai “kapten” dalam komplotan kejahatannya juga dikenal sebagai pemain lama dengan julukan geng Korea.
Komplotan Ramlan biasa beroperasi saat hari libur dengan memanfaatkan kondisi rumah yang sepi. Geng Korea ini kerap menyiksa korbannya.