Sumarsono juga mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dalam melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.
“Pihak Polda akan melakukan penyelidikan terkait manivest data penumpang. Sementara itu, ke depan kami akan mengorganisir kembali sistem transportasi penumpang dari dan menuju Kepulauan Seribu,” kata Sumarsono dalam rilisnya yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (1/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pertolongan segera diberikan, administrasi mengikuti kemudian, yang paling penting bagaimana korban segera memeroleh pertolongan,” imbuhnya.
Kapal yang dibuat pada 2013 itu berbahan Fiberglass. Kapal dinyatakan laik laut dengan sertifikat keselamatan yang dikeluarkan oleh KSOP Muara Angke yang masih berlaku sampai dengan Juni 2017. Saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Seribu dinyatakan sedang normal.
Kapal penumpang berbobot 106 GT dengan tanda selar 6960/Bc tersebut mengangkut sekitar 244 orang, termasuk 6 orang Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan kapasitas kapal mencapai 285 orang.
Data Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta yang dikutip Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebanyak 194 korban dinyatakan selamat, 23 korban meninggal dunia, 17 korban luka-luka, dan 17 lainnya masih dinyatakan hilang.