Meski gini ratio Indonesia 2016 menurun, Jokowi berpendapat angka itu masih tinggi dan harus diturunkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia pada Maret 2016 sebesar 0,397. Sementara pada September 2015 sebesar 0,402.
"Harus kerja keras mati-matian menurunkan angka kesenjangan baik antarwilayah, yang kaya dan miskin. Ini menjadi concern besar pemerintah ke depan," kata Jokowi di Istana Bogor, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerataan dapat diraih apabila pendidikan suatu bangsa diperkuat. Sehingga Jokowi menegaskan, setiap anak-anak terutama dari kalangan kurang mampu menerima Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.
Pendidikan vokasional atau keterampilan yang telah dicanangkan sejak 2016 ditegaskan kembali oleh Presiden. Ia mengingatkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, program pelatihan keterampilan bersama Kadin harus diberikan kepada jutaan orang.
Jokowi berpendapat, penguatan nilai-nilai Pancasila juga dapat mewujudkan keadilan sosial dalam bermasyarakat, terutama untuk menghadapi tantangan dunia mendatang.
Lihat juga:Retrospeksi Ekonomi dan Tumpukan PR Jokowi |
Berdasarkan pantauan, seluruh menteri kabinet kerja dan kepala lembaga negara hadir dalam sidang kabinet paripurna. Mereka terlihat mencatat hal-hal yang disampaikan Jokowi. (yul)