Menurut Abdul, salah salah satu tujuan yang baik dalam rencana pembentukan badan ini adalah untuk memberantas informasi hoax atau berita palsu di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdul menyatakan Komisi I akan menggelar rapat dengan kementerian terkait untuk membahas Badan Cyber Nasional (BCN). "Saya belum dapat info detail. Coba kita pertanyakan nanti ketika rapat kerja dengan menteri di Komisi I," kata Abdul.
Wacana pembentukan BCN kembali mencuat sejak Oktober lalu menyusul semakin maraknya berita-berita di media sosial yang menyesatkan masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bahkan mengatakan pembentukan BCN paling lambat direalisasikan dalam satu bulan ke depan. Hal itu dipaparkan dalam keterangan pers bersama dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, kemarin.
Dia menyebut ada beberapa konten yang akan menjadi fokus pengamanan lembaga tersebut, antara lain adalah media sosial dan media privat, macam aktivitas bincang-bincang.
”Yang kami fokuskan itu untuk pengamanan yang media sosial. Media sosial ini rawan diakses semua orang. Kalau yang privat kita hanya pantau, kan tidak mau juga orang merasa dikejar hal-hal pribadinya," kata Rudiantara di kantor Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan. (wis/obs)