"Bisa dikatakan begitu (tidak menguntungkan)," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Wuryanto saat dihubungi CNNIndonesia.com, di Jakarta, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal bintang dua ini mengatakan, penghentian kerja sama sementara itu meliputi berbagai aspek, di antaranya latihan bersama, pendidikan, tukar menukar perwira, hingga kunjungan antar pejabat.
"Penundaan sementara akan dibatasi sampai dengan hal teknis terkait evaluasi kerja sama disempurnakan. Ukuran waktu tidak ada, kalau hal teknis hasil evaluasi sudah disempurnakan, kerja sama dilanjutkan," katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menginstruksikan untuk menghentikan sementara segala kerja sama militer dengan Australia. Hal itu tercatat dalam surat Panglima TNI pada 9 Desember 2016 tentang penghentian sementara kegiatan kerja sama militer ADF dan TNI. (yul)