"Kabar bahagia untuk menteri. Buat menteri, loh, ya. Tidak ada reshuffle kabinet," kata Pramono di Istana Bogor, Rabu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isu ini juga dikaitkan dengan semakin akrabnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Jokowi. Dukungan penuh diberikan Prabowo kepada Jokowi saat menghadapi Aksi 411 dan Aksi 212.
"Saya kira kami sudah mengambil satu posisi yang strategis. Berada di luar pemerintahan juga merupakan posisi yang strategis bagi Gerindra," kata Fadli.
Namun isu reshuffle kembali menguat setelah Presiden menggelar serangkaian pertemuan politik dengan sejumlah ketua partai lain. Atas hal tersebut, Pramono menyatakan tidak akan ada reshuffle dalam waktu dekat.
"Tidak ada reshuffle kecuali yang perlu direshuffle karena beberapa hal. Tidak dalam waktu dekat," kata Pram. (wis)