Dari total 23 korban tewas, saat ini masih terdapat tiga jenazah lain yang belum selesai diidentifikasi.
"Paling lambat, mudah-mudahan, Senin depan sudah bisa teridentifikasi. Saya mohon doanya," kata Didi di Jakarta, Kamis (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin dua sampai tiga hari ke depan DNA akan sudah lengkap secara keseluruhan," ujarnya.
Lihat juga:Nahkoda Kapal Zahro Express Tersangka |
Sementara keempat jenazah lainnya diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA, medis, dan juga properti.
Didi mengatakan, selain DNA, korban Fahira juga diidentifikasi dari kaus kaki putih semata kaki, korban Lien diidentifikasi dari baju warna ungu bermotif bunga, dan korban Yeti diidentifikasi dari cincin yang dipakainya.
"Beberapa korban memang teridentifikasi dari DNA," ucapnya.
Didi berkata, RS Polri sengaja mengambil sampel DNA dari adik Fahira yang masih hidup untuk mengidentifikasi jenazah. Alasannya, pemeriksaan sidik jari dan gigi jenazah tak bisa dilakukan karena kondisi yang telah hancur.
Idealnya, menurut Didi, setiap orang memiliki rekam medis gigi. Hal ini akan memudahkan kepolisian atau rumah sakit untuk mengidentifikasi jenazah seseorang jika meninggal. Namun rekam medis gigi umumnya hanya dimiliki pilot atau pramugari yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
Ahad lalu, kapal Zahro Express terbakar saat berlayar menuju Pulau Tidung. Lokasi kebakaran berada sekitar satu mil sebelah barat Muara Angke. Dari sekitar 200 penumpang, BPBD DKI Jakarta menyatakan jumlah korban tewas mencapai 23 orang.