Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, berdasarkan informasi langsung dari Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra, perkara bela negara itu menjadi tanggung jawab tingkatan terkait. Latihan itu dilakukan di tingkat Danramil Cipanas, Lebak.
Menurut Pramono, Danramil setempat telah melaporkan kegiatan bela negara tersebut ke Dandim Lebak. Namun, Dandim tidak melaporkan ke Danrem Serang hingga Pangdam Siliwangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pram turut menegaskan, latihan yang menjadi viral itu murni karena kesalahan prosedur. Ia pun berharap para personel TNI belajar dari pengalaman tersebut agar berhati-hati sebelum menggelar acara serupa.
Saat memimpin pelaksanaan serah terima jabatan Danrem 064/Maulana Yusuf Serang di alun-alun Barat Kota Serang, Pangdam Herindra mengatakan, dalam pelatihan bela negara harus melalui ijin mulai dari dandim, danrem, hingga pangdam.
"Pelatihan bela negara itu tidak melalui SOP yang seharusnya dilakukan, sehingga saya ambil langkah Dandim lebak saya copot. Dalam pelatihan bela negara itu ada SOP-nya. Karena ini pelanggaran serius, maka Dandim saya copot," kata Pangdam dilansir dari Antara.
Sebelumnya, kabar mengenai latihan militer yang dilakukan TNI bersama FPI ramai diperbincangkan di media sosial. Akun Instagram @dpp_fpi juga mengirim sejumlah foto mengenai kegiatan tersebut. Dalam foto itu, terlihat latihan seperti melewati sungai dengan memanjat jaring tambang.
Kini, Letkol Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya dan tidak diberi jabatan. Penggantinya akan segera diumumkan dalam waktu dekat. (rel/pmg)