Namun hampir satu bulan berlalu, usaha TNI AL belum membuahkan hasil. TNI AL belum mengetahui nasib empat orang tersebut.
"Ini belum ada kemajuan. Tetapi, tetap ada Tim SAR yang kami kerahkan untuk mencari prajurit itu hingga saat ini. Kita patroli pencarian," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Gig J.M. Sipasulta saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilangnya 4 prajurit TNI AL ini berawal saat KRI Layang menangkap KIA Nurhana karena memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen yang lengkap pada Selasa (13/12).
Pada Rabu (14/12) siang, Kapal Nurhana yang membawa empat prajurit TNI AL dan tiga anak buah Kapal Nurhana, yaitu nakhoda, juru mesin, dan juru masak, hilang kontak.
Kepala Dinas Penerangan Armada RI Kawasan Timur (Kadispenarmatim) TNI AL Letnan Kolonel (L) Maman Sulaeman mengatakan, kapal asing itu hilang kontak saat cuaca buruk dan kondisi geografis di tengah laut.
"Ya, yang hilang kontak KIA Nurhana saat dikawal KRI Layang, hilang kena hujan badai, gelap, cuaca buruk, gelombang besar, kabut, lost contact. Terakhir kontak pada 14 Desember," kata Maman.