“Jika tidak Jokowi harus mundur (sebagai Presiden),” kata seorang orator di tengah massa Aksi Bela Rakyat, Jakarta, Kamis (12/1).
Hingga sore ini massa masih menggelar aksi di depan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka berusaha menjebol barisan polisi yang membentuk barikade.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pak, kami tidak takut. Pak, kami tidak takut. Hidup mahasiswa,” ujarnya.
Aksi saling dorong, hingga timpukan botol air mineral sempat terjadi dalam momen tersebut. Sejumlah polisi wanita yang ditempatkan di garda terdepan pun lari tunggang langgang ketika massa BEM berusaha menembus barikade.
Setelah keributan mereda, orator meminta massa BEM tetap semangat dan satu komando. Ia meminta, massa tidak mudah diprovokasi oleh oknum. “Satu komando. Satu perjuangan,” pekiknya.
Berdasarkan pantauan, massa aksi sempat menggelar salat Asar berjamaah di jalanan. Mereka sedianya akan tetap bertahan hingga tuntutannya didengar oleh Jokowi.
Di sisi lain, pihak kepolisian meminta pengunjuk rasa memberi akses bagi Bus TransJakarta dan kendaraan pribadi yang memanfaatkan jalur busway. Pasalnya, tidak ada pengalihan arus lalu lintas yang dilakukan oleh Kepolisian dalam aksi tersebut.
Hari ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia melakukan unjuk rasa di 19 titik di wilayah se-Indonesia, termasuk di Jakarta. Mereka menamakan aksinya sebagai aksi unjuk rasa bela rakyat #121. (pmg/wis)