"Ini berkembang dari isu media sosial yang tidak benar. Ada provokator," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Yusri Yunus kepada CNNIndonesia.com, melalui sambungan telepon, Jumat (13/1).
Yusri mengatakan, aksi pembakaran itu merupakan buntut dari bentrokan Front Pembela Islam dengan elemen masyarakat lain saat mereka mengawal pemeriksaan pimpinan FPI Rizieq Shihab di Mapolda Jabar, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh ormas itu, kata Yusri, berunjuk rasa menuntut Polda Jabar segera menyelesaikan pengusutan kasus dugaan penyebaran kebencian yang mereka tuduhkan kepada Rizieq.
"Intinya jangan sampai termakan isu di media sosial yang tidak benar," katanya.
Jumat dini hari tadi, sekitar 150 orang yang diduga anggota FPI membakar kantor GMBI di Bogor. Polisi menangkap 20 terduga pelaku peristiwa itu.
GMBI merupakan ormas yang memiliki cabang di beberapa daerah. Berdasarkan penelusuran, keberadaan mereka di sejumlah daerah teregister di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
"Kami sendiri belum yakin massa itu dari FPI, karena bisa saja itu dari umat Islam atau masyarakat yang tidak terima FPI dijadikan korban," ujar petinggi laskar FPI Maman Suryadi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.