Iwan menuturkan, sebanyak 2.800 personel gabungan telah ditugaskan menjaga kantor pusat kepolisian, termasuk puluhan anggota Korps Wanita TNI Angkatan Darat berseragam loreng hijau dan berhijab hitam yang berjaga di depan gedung Badan Pemelihara Keamanan Polri. Lima unit barracuda dan tiga water cannon saat ini juga telah diparkir di sekitar Mabes Polri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan berikan imbauan dan koordinasi dengan FPI agar melakukan kegiatan tidak terlalu lama dan tidak mengganggu masyarakat," kata Iwan.
"Kami menyiapkan perwakilan dengan pajabat yang ditunjuk untuk audiensi. Direncanakan salah satu pejabat tinggi Divisi Humas Polri," tutur Iwan.
Dalam demonstrasi hari ini, massa FPI menuntut Kapolri segera mencopot Inspektur Jenderal Anton Charlian dari jabatan Kapolda Jawa Barat.
FPI berpendapat, Anton telah membiarkan insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap FPI yang dilakukan kepada lembaga swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
FPI mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut dan menangkap aktor intelektual yang berada di balik bentrokan.
Polres Bogor sebelumnya menangkap 12 orang yang kini berstatus tersangka atas tindak pidana perusakan dan pembakaran kantor Sekretariat GMBI. Pembakaran itu terjadi Jumat pekan lalu, buntut dari bentrokan di depan kantor Polda Jabar.
Para anggota FPI yang berstatus tersangka itu dijerat dengan pasal 170 KUHP mengenai tindakan bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dan pasal 187 KUHP tentang tindakan yang sengaja menimbulkan kebakaran.