Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto menuturkan, kebijakan itu diambil karena aktivitas pabrik berhenti. Ia berkata, dari enam ribu pekerja itu, 1500 orang di antaranya merupakan warga Kendeng.
"Karena izin sudah dicabut, kami hentikan semua aktivitas pembangunan. Pekerja proyek ada enam ribu orang, yang mau tidak mau harus kami berhentikan," ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (18/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan Ganjar dinilai membuat bola panas pabrik semen itu kini bergulir ke PT Semen Indonesia. Jika ingin terus melanjutkan operasional, maka perusahaan itu harus melengkapi syarat-syarat pendirian pabrik.
Di satu sisi, Koordinator Warga Kendeng, Gunretno, menyebut keputusan Ganjar ibarat dua koin mata uang. Ia menilai, Ganjar tetap memberikan peluang bagi PT Semen Indonesia untuk menambang semen di Rembang.