"Enggak lazim. Untuk apa, polisi bukan penyelundup senjata. Orang sudah punya senjata sendiri kok," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (24/1).
Menurut Wiranto, anggota misi perdamaian PBB di Darfur, Sudan sudah melewati pemeriksaan sebelum kembali ke Indonesia. Saat akan masuk ke bandara, seluruh perlengkapan telah disusun rapi dan diberi label.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Panglima ABRI ini meminta semua pihak tak terlalu meributkan hal ini. Pemerintah telah mengirimkan tim mulai dari kepolisian hingga duta besar untuk menginvestigasi lebih lanjut dugaan ini. Ia berharap perkara ini segera selesai karena menyangkut martabat bangsa.
Sebanyak 140 personel dikirimkan ke Sudan untuk menggantikan tugas dari pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang pulang pekan lalu. Pasukan ini tergabung dalam United Nations Mission in Darfur (Unamid).
Selama dua tahun terakhir, Sudan, Uni Afrika, dan PBB merundingkan penarikan pasukan Unamid dari Sudan Barat. Pasalnya, situasi di negara itu berangsur stabil. Para pengungsi internal pun sudah mulai kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Unamid merupakan pasukan penjaga perdamaian internasional terbesar kedua yang mengerahkan sekitar 20 ribu tentara setiap tahunnya. Anggaran tahunan mereka mencapai sekitar US$1,35 miliar. (sur/sur)