Aleta Baun Terima Yap Thiam Hien Award 2016
Wishnugroho Akbar | CNN Indonesia
Jumat, 27 Jan 2017 03:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Aleta Baun (54) atau yang akrab disapa Mama Aleta, pejuang lingkungan dari Mollo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima penghargaan Yap Thiam Hien Award (YTHA) 2016. Penyerahan penghargaan ini dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Rabu (25/1) malam.
YTHA merupakan penghargaan yang diberikan kepada siapa pun, baik individu, kelompok atau lembaga yang gigih dan tanpa pamrih konsisten dalam membela, memperjuangkan, dan mempromosikan hak asasi manusia di Indonesia.
Mama Aleta menerima penghargaan atas perjuangannya yang tidak pernah takut dan sangat damai dalam menolak kegiatan pertambangan di Nusa Tenggara Timur. Ia telah melakukan itu secara konsisten sejak 17 tahun lalu.
Aksi damai Mama Aleta akhirnya membuahkan hasil. Ditandai dengan hengkangnya dua perusahaan tambang dari Gunung Mutis, di tanah Mollo, NTT.
Menteri Siti mengatakan, apa yang diperjuangkan oleh Mama Aleta sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menegakkan hak warga atas lingkungan hidup yang sehat.
“Hak akan lingkungan hidup yang sehat atau the right to a healthy environment menjadi komitmen Indonesia. Karena itu pula, pemerintah saat ini mengakui keberadaan masyarakat adat dan hak mereka atas hutan adat,” kata Siti dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com.
Menteri Siti berharap usaha Mama Aleta dapat menjadi contoh bagi rakyat Indonesia. ''Terima kasih Mama Aleta. Terima kasih champion HAM, champion Lingkungan, champion Indonesia.''
Penganugerahan YTH Award 2016 ini juga dihadiri Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih, Kepala KSP Teten Masduki, Todung Mulya Lubis dan wakil dari Mabes Polri.
Bagi Mama Aleta, ini bukan penghargaan pertama yang ia terima. Sebelumnya, 2013 lalu, Mama Aleta juga pernah menerima penghargaan Goldman Environmental Prize. (wis) Add
as a preferred
source on Google
YTHA merupakan penghargaan yang diberikan kepada siapa pun, baik individu, kelompok atau lembaga yang gigih dan tanpa pamrih konsisten dalam membela, memperjuangkan, dan mempromosikan hak asasi manusia di Indonesia.
Aksi damai Mama Aleta akhirnya membuahkan hasil. Ditandai dengan hengkangnya dua perusahaan tambang dari Gunung Mutis, di tanah Mollo, NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Siti berharap usaha Mama Aleta dapat menjadi contoh bagi rakyat Indonesia. ''Terima kasih Mama Aleta. Terima kasih champion HAM, champion Lingkungan, champion Indonesia.''
Bagi Mama Aleta, ini bukan penghargaan pertama yang ia terima. Sebelumnya, 2013 lalu, Mama Aleta juga pernah menerima penghargaan Goldman Environmental Prize. (wis) Add
as a preferred source on Google