Pernyataan itu disampaikan oleh Budi Karya di acara Babat Alas Nawung Kridha Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang dihadiri Presiden Joko Widodo seperti diberitakan Kantor Berita Antara di Kulon Progo, Jumat (26/1).
"Saat ini rute terjauh dari Yogyakarta adalah ke Kuala Lumpur, Malaysia. Rencananya akan melayani yang terjauh ke Jeddah sehingga masyarakat Yogyakarta bisa naik haji langsung dari Yogyakarta," kata Budi Karya yang langsung disambut tepuk tangan para hadirin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Babat Alas Nawung Kridha, yang berarti membuka, membersihkan, merapikan, menata lahan, serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo merupakan respons dan antisipasi perubahan lingkungan yang cepat.
Selain dihadiri Presiden Jokowi dan jajaran pejabat setingkat menteri, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X juga turut hadir di acara yang bertempat di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Bandara Adisutjipto yang ada di Yogyakarta saat ini berkapasitas 1,2 juta orang per tahun dan harus melayani 7,2 juta penumpang per tahun. Bandara Internasional Yogyakarta nantinya ditargetkan mampu menampung hingga 15 juta penumpang per tahun pada tahap pertama dan 20 juta pada tahap kedua.
Bandara Internasional Yogyakarta yang dibangun di atas lahan seluas 587 hektare ini pada tahap I (2020-2031) akan memiliki terminal seluas 130 ribu meter persegi berkapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun, dengan runway sepanjang 3.250 meter, dan apron berkapasitas 35 pesawat.
Lihat juga:Polemik Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta |
Untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo ini, Angkasa Pura I menyiapkan investasi Rp9,3 triliun. (gil)