Komisioner KPU DKI Mochamad Sidik mengatakan, wacana pengunaan card reader muncul sepekan sebelum pemungutan suara. Sidik berkata, lembaganya tidak dapat membeli alat itu secara mendadak karena pengadaan harus melalui proses perencanaan anggaran.
"Selain mahal, itu kan perlu kebijakan nasional atau kebijakan yang jelas tidak mendadak. Kalau ada koordinasi dan BPPT mau meminjamkan ke KPU, saya kira pilihan itu lebih aman," ujar Sidik di Jakarta, Senin (6/2).
Lihat juga:KPU DKI Antisipasi Lonjakan Pemilih |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas di TPS bisa melakukan cek nomor identitas kependudukan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan. Konsolidasi di Dinas Dukcapil, dalam dua menit terjawab semua," kata Zudan.
Proses itu diklaim Zudan hanya akan berlangsung selama dua menit. Untuk menunjang proses pengecekan tersebut, pegawai Dinas Dukcapil akan tetap bekerja pada hari pemungutan suara.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, modus KTP palsu ini umumnya dilakukan saat ada pasangan calon kepala daerah perseorangan.
"Info di media sosial beredar soal KTP Elektronik palsu, di mana satu orang dengan foto sama namun identitas berbeda. Ini untuk mengejar jumlah dukungan," kata Tjahjo, Sabtu pekan lalu. (abm/pmg)