Kepala Bagian Penerangaan Umum Mabes Polri, Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan, status rawan ditetapkan setelah kepolisian menyikapi perkembangan situasi terakhir di ibu kota.
"Sebelumnya tidak kami kategorikan rawan tapi karena perkembangan situasi, kondisi sosial dan politik meningkat sehingga kami kategorikan DKI Jakarta rawan," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (8/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martinus mengatakan pengamanan Pilkada DKI sudah mulai dilakukan sejak H-2. Personel polisi akan diturunkan ke lokasi-lokasi ramai. Sementara itu jumlah personel akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tempat di Jakarta.
Polda Jawa Tengah mengirimkan 400 personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) ke Jakarta dengan tugas mengamankan Gedung MPR/DPR. Mereka yang tergabung dalam kekuatan empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan kereta api siang tadi.
"Ini permintaan dari Mabes Polri untuk membantu pengamanan di Jakarta. Selanjutnya koordinasi ada di Polda Metro Jaya untuk pengamanan menjelang aksi dan Pilkada DKI," ujar Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono dalam arahannya di Markas Brimob Polda Jateng, Semarang.
Polda Sumatera Utara sementara itu mengirimkan 300 personel dengan ditandai upacara ditandai dengan upacara pemberangkatan di Mako Detasemen A Satuan Brimob Polda Sumut di Tanjung Morawa, kabupaten Deliserdang.
Lihat juga:Konsolidasi Pengamanan Pilkada DKI Jakarta |
Polda Metro Jaya sendiri mengerahkan 16.222 personel untuk mengamankan Pilkada DKI, Banten, dan Bekasi. "Dari kepolisian nanti dibantu Linmas dan TNI," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono. (gil)